Anak yang Pendiam dan Pemalu
Nama saya Angela Wulandari, biasa dipanggil angel atau wulan. Saya tinggal bersama ayah dan ibu saya. Saya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, kedua saudara saya perempuan. Disini saya akan menceritakan sedikit tentang karakter saya. Dari kami bertiga saya adalah anak yang paling pendiam dan kurang rasa percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain. Dari kecil saya sudah menjadi anak yang pemalu. Disaat anak-anak kecil seusia saya yang senang bermain diluar rumah dengan riang gembira, saya hanya berdiam diri dirumah dan biasanya saya hanya memperhatikan mereka dari jendela rumah.
Ketika masuk taman kanak-kanak saya pun menjadi semakin pemalu dan terkenal dengan anak yang tidak banyak bicara. Karena ketika saya ingin bermain atau berbicara dengan anak-anak lainnya saya seperti tidak ada keberanian. Hingga sampai saya mendapatkan teman yang sangat aktif, dia selalu mengajak saya untuk bermain dan pada akhirnya lama kelamaan kami menjadi akrab. Dan saya rasa saya hanya berani berbicara dengannya ketika itu.
Menginjak pendidikan sekolah dasar saya dimasukkan di Madrasah Ibtidaiyah yang jaraknya lumayan jauh dari jangkauan rumah, tidak seperti sewaktu TK yang jaraknya dekat. Hari pertama sekolah pun saya didampingi oleh ibu saya hingga masuk ke dalam kelas. Saya semakin merasa malu dan tidak percaya diri karena harus bertemu dengan orang baru lagi. Dan seiring berjalannya waktu saya pun bisa mulai menyesuaikan diri dengan teman-teman sekelas walaupun saya masih tergolong anak yang pendiam dan jarang untuk berbicara dengan banyak teman. Sedikit keberanian saya mulai muncul ketika sudah menginjak kelas 5 dan 6 karena menurut saya disitulah baru banyak interaksi langsung dengan teman karena sudah banyak tugas-tugas berkelompok.
Memasuki masa SMP dimana banyak orang yang berpendapat bahwa masa-masa ini adalah masa dimana anak mulai mencari jati dirinya. Ya memasuki hari pertama sekolah yang pastinya setiap anak sama, harus menyesuaikan diri terlebih dahulu. Dan dimasa ini saya pun masih sama, saya merasa malu ketika ingin maju kedepan kelas. Apalagi dengan teman laki-laki saya sangat pendiam ketika itu dengan mereka. Ketika menginjak kelas 8 saya mulai untuk percaya diri dalam berteman dan saya pun akhirnya mempunyai beberapa sahabat akrab hingga sekarang.
Dan di masa Sekolah Menengah Atas ini lah saya mulai merubah sifat saya karena saya sudah mulai memikirkan untuk kedepannya begitu susahnya jika tidak memiliki atau tidak dekat dengan banyak teman. Saya pun sudah sedikit aktif dan mempunyai banyak teman dan saya sudah memberanikan diri untuk lebih dekat dengan laki-laki, hingga saat ini pun saya bersahabat dekat dengan beberapa teman laki-laki semasa SMA.
