Nama : Nurul Aulia
NIM : 11901183
Kelas : PAI 4/E
Mata Kuliah : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd
LAPORAN HASIL BACAAN (Minggu ke-5)
Manajemen Kelas
Manajemen
kelas berasal dari dua kata yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari
kata dalam bahasa inggris management yang berarti mengelola, menjalankan, atau
membina. Dalam hal ini manajemen berarti proses penggunaan sumber daya secara
efektif demi mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan kelas merupakan suatu
kesatuan organisasi yang menjadi unit kerja, yang secara dinamis menyelenggarakan
berbagai kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Jadi, Manajemen kelas merupakan usaha yang dilakukan secara sadar untuk
mengatur proses pembelajaran agar berjalan secara sistematis. Usaha sadar itu
mengarah pada persiapan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan
ruang belajar, mewujudkan situasi dan kondisi proses pembelajaran, dan pengaturan
waktu, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikulum dapat
tercapai.
Mulyasa
(dalam Karwati, 2015:6) mendefinisikan manajemen kelas adalah keterampilan guru
untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika
terjadi gangguan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, Nawawi (dalam Djamarah,
2006:177) menyatakan bahwa manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan
guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang
seluas-luasnya pada setiap individu untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah,
sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk
melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan
perkembangan murid.
Manajemen
kelas adalah kegiatan untuk merencanakan, mengorganisasikan,
mengaktualisasikan, serta melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap
program dan kegiatan yang ada di kelas sehingga proses belajar mengajar dapat
berlangsung secara sistematis, efektif dan efisien, sehingga segala potensi
peserta didik mampu dioptimalkan.
Arikunto
(dalam Novan, 2013:11) berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha
yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang
membantu dengan maksud agar dicapainya kondisi yang optimal, sehingga dapat
terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. (Djamarah, 2006:13) juga
berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi
kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif guna
mencapai tujuan pembelajaran.
Dari
beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan
untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program
pengajaran dengan jalan menciptakan suasana yang menyenangkan dan
mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta
dalam proses pembelajaran di sekolah.
Adapun
mengenai prinsip-prinsip dari manajemen kelas sebagai berikut :
Prinsip adalah dasar, acuan, panduan atau pedoman bagi seseorang untuk
melakukan tindakan yang dianggap atau diyakini benar terhadap suatu hal. Dalam
perannya sebagai manajer di kelas, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip
manajemen kelas agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Prinsip-prinsip
manajemen kelas yang dikembangkan oleh Djamarah (dalam Karwati, 2015:26) yaitu
1. Hangat
dan antusias
Fakta
di lapangan menunjukkan bahwa semua peserta didik akan senang mengikuti
kegiatan belajar di kelas jika gurunya bersikap hangat dan antusias kepada
mereka. Hangat dalam konteks manajemen kelas adalah sikap penuh kegembiraan dan
penuh kasih sayang terhadap peserta didik. Sementara antusias dalam konteks
manajemen kelas adalah sikap bersemangat dalam kegiatan mengajar. Sikap hangat
dan antusias dapat dimunculkan apabila seorang guru mau dan mampu menjalin
ikatan emosional dengan peserta didik.
2. Tantangan
Setiap
peserta didik sangat menyukai beberapa tantangan yang menarik rasa ingin
tahunya. Berbagai tantangan dapat dilakukan oleh guru melalui penggunaan
kata-kata, tindakan, cara kerja, maupun bahan-bahan pelajaran yang memang
dirancang untuk memberikan tantangan kepada peserta didiknya dapat meningkatkan
semangat belajar mereka sehingga mengurangi kemungkinan munculnya perilaku yang
menyimpang.
3. Bervariasi
Dalam
kegiatan belajar mengajar di kelas, variasi gaya mengajar guru sangatlah
dibutuhkan karena dapat menghindari kejenuhan dan kebosanan. Variasi gaya
mengajar seperti variasi intonasi suara, gerak anggota badan, mimik wajah,
posisi dalam mengajar di kelas, serta dalam hal penggunaan metode dan media
pengajaran juga diperlukan.
4. Keluwesan
Keluwesan
dalam konteks manajemen kelas merupakan keluwesan perilaku guru untuk mengubah
metode mengajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi kelas untuk
mencegah kemungkinan munculnya gangguan belajar pada peserta didik serta untuk
menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif dan efektif.
5. Penekanan
hal yang positif
Penekanan
pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap perilaku
peserta didik yang positif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan
memberikan penguatan positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan
yang dapat mengganggu jalannya kegiatan belajarmengajar. Selain komentar
positif, pandangan guru yang positif juga sangat penting untuk diperhatikan.
Banyak peserta didik merasa percaya diri akan performa dan kemampuan mereka
dengan komentar positif yang diberikan guru. Pandangan guru yang positif dapat
diartikan sebagai sikap memercayai kepada peserta didiknya.
6. Penanaman
kedisiplinan
Tujuan
akhir dari manajemen kelas adalah menjadikan peserta didik dapat mengembangkan
disiplin pada diri sendiri sehingga tercipta iklim belajar yang kondusif di
dalam kelas. Itulah sebabnya guru diharapkan dapat memotivasi peserta didiknya
untuk melaksanakan disiplin dan menjadi teladan dalam pengendalian diri serta
pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal apabila
ingin peserta didiknya ikut berdisipin dalam segala hal.
Kemudian
mengenai tujuan dari manajemen kelas :
Secara
umum, manajemen kelas bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman
sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajarmengajar. Dengan demikian, proses
pembelajaran akan berjalan lebih efektif dan terarah sehingga tujuan pembelajaran.
yang telah ditetapkan dapat tercapai. Sementara itu, menurut Salman (dalam Novan
Ardi, 2013:20) tujuan dari manajemen kelas secara khusus adalah sebagai
berikut.
1. Memudahkan
kegiatan belajar bagi peserta didik.
Kelas sebagai lingkungan belajar harus
mampu mendukung peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin.
Maka dari itu, guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman
dan menyenangkan bagi peserta didik agar kegiatan belajar-mengajar berlangsung
dengan kondusif.
2. Mengatasi
hambatan-hambatan yang menghalangi terwujudnya interaksi dalam kegiatan
belajar-mengajar.
Dengan manajemen kelas yang baik, berbagai
hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar-mengajar dapat
diatasi dengan mudah.
3. Mengatur
berbagai penggunaan fasilitas belajar.
Pada sebuah kelas yang ideal, di dalamnya
harus terdapat sarana atau fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran. Itulah
sebabnya manajemen kelas diperlukan untuk mengatur penggunaan fasilitas dengan
baik sehingga hal tersebut dapat mendukung peserta didik belajar sesuai dengan fasilitas
yang ada.
4. Membina
dan membimbing peserta didik sesuai dengan berbagai latar belakang sosial,
ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Dalam sebuah kelas tentunya terdapat
beraneka ragam karakter peserta didik. Keberagaman tersebut tentu dapat
menimbulkan berbagai persoalan apabila guru tidak mampu mengelola kelasnya
dengan baik. Itulah sebabnya mengapa manajemen kelas dibutuhkan guna membina
dan membimbing peserta didik sesuai dengan berbagai macam latar belakangnya.
5. Membantu peserta didik belajar dan bekerja sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Dengan manajemen kelas yang baik, peserta didik dapat belajar sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
6. Menciptakan
suasana sosial yang baik di dalam kelas.
Dengan terciptanya suasana sosial yang
baik di dalam kelas maka kondisi itu dapat memberikan kepuasan, suasana
disiplin, perkembangan intelektual, emosional, sikap, serta apresiasi yang
positif bagi para peserta didik.
7. Membantu
peserta didik agar dapat belajar dengan tertib.
Manajemen
kelas ditujukan untuk membantu para peserta didik belajar dengan tertib
sehingga tujuan belajar secara efektif dan efisien di dalam kelas dapat
tercapai.
Menurut
Sudirman (dalam Djamarah, 2000:43) tujuan manajemen kelas adalah penyediaan
fasilitas untuk berbagai macam kegaiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial,
emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan
siswa belajar, terciptanya suasana sosial, emosional, dan intelektual dalam
kelas. Arikunto (dalam Novan, 2004:57) juga berpendapat bahwa tujuan manajemen
kelas adalah agar anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai
tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Jadi,
manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelas yang
berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai.
Selanjutnya
mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kelas :
Menurut Djamarah (dalam Donni, 2006:184) keberhasilan manajemen kelas
dipengaruhi beberapa faktor antara lain sebagai berikut.
1. Lingkungan
fisik
Lingkungan
fisik yang mengutungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya
intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap
pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a. Ruangan
tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan
tempat belajar harus memungkinkan semua peserta didik bergerak leluasa, tidak
berdesak-desakan, dan saling mengganggu pada saat melaksanakan aktivitas
belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah
peserta didik yang melakukan kegiatan.
b. Pengaturan
tempat duduk
Dalam
mengatur tempat duduk yang terpenting adalah memungkinkan terjadinya tatap
muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku peserta didik.
c. Ventilasi
dan pengaturan cahaya
Suhu,
ventilasi, dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada)
adalah hal yang penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh
karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan peserta didik.
d. Pengaturan
penyimpanan barang-barang
Barang-barang
hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai jika segera diperlukan
atau dipergunakan untuk kepentingan belajar.
Hal
lain yang perlu diperhatikan dalam penciptaan lingkungan fisik tempat belajar
adalah kebersihan dan kerapian. Seyogyanya guru dan peserta didik turut aktif
dalam membuat keputusan mengenai tata ruang, dekorasi danmsebagainya.
2.
Kondisi sosio-emosional
a.
Tipe kepemimpinan
Peranan
guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas.
Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya dengan demokratis, otoriter, atau adaptif.
Semuanya memberi dampak kepada peserta didik.
b.
Sikap guru
Sikap
guru dalam menghadapi peserta didik yang melanggar peraturan sekolah hendaknya
tetap sabar dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku
peserta didik akan dapat diperbaiki. Guru harus adil dalam bertindak, serta
menciptakan satu kondisi yang menyebabkan peserta didik sadar akan kesalahannya
sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.
c.
Suara guru
Walaupun
suara guru bukan faktor yang besar, tetapi turut mempengaruhi dalam proses
belajar mengajar. Suara yang tinggi atau terlalu rendah akan membuat peserta
didik menjadi bosan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara
hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas sehingga akan mendorong peserta
didik untuk memperhatikan pelajaran, tekanan suara hendaknya bervariasi agar
tidak membosankan peserta didik.
d.
Pembinaan hubungan baik
Pembinaan
hubungan baik antara guru dengan peserta didik dalam manajemen kelas adalah hal
yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik antara guru dengan
peserta didik, diharapkan peserta didik senantiasa gembira, semangat, bersikap
optimistik dan realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta
terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.
3.
Kondisi organisasional
Secara
umum faktor kondisi organisasional yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi
menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a.
Faktor internal peserta didik
Faktor
internal berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian
peserta didik dengan ciri khasnya masing-masing menyebabkan peserta didik
berbeda dari peserta didik lainnya secara individual. Perbedaan secara
individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual,
dan psikologis.
b.
Faktor eksternal peserta didik
Faktor
eksternal berkaitan dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan
peserta didik, pengelompokkan peserta didik, jumlah peserta didik, dan
sebagainya. Semakin banyak jumlah peserta didik di kelas, akan cenderung lebih
mudah munculnya konflik yang menyebabkan ketidaknyamanan, begitupun sebaliknya.
http://eprints.umm.ac.id/37216/4/jiptummpp-gdl-rizkifebri-53127-3-bab2.pdf