Minggu, 11 April 2021

Laporan Hasil Bacaan ( 1 )

Nama : Nurul Aulia

NIM : 11901183

Kelas : PAI 4/E

Mata Kuliah : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd

LAPORAN HASIL BACAAN  (Minggu ke-1)

Karakteristik Anak Didik

Bismillah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Baiklah dalam memenuhi tugas mata kuliah magang 1, disini saya membuat laporan hasil bacaan di minggu pertama ini. Beberapa hari yang lalu saya membaca buku online mengenai karakteristik anak didik. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa anak didik atau seorang siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda baik dalam hal belajar, bermain, memahami suatu maksud pembicaraan, bahkan dalam berinteraksi dengan sesama temannya, dll.

Adapun yang saya ketahui mengenai maksud cari karakteristik anak didik disini ialah sesuatu yang sudah tertanam didalam diri siswa sehingga dapat mempengaruhi perilakunya terhadap orang lain dan berpengaruh terhadap keefektifan dalam belajarnya. Dalam hal ini seorang guru perlu memperhatikan karakteristik siswa sebagai peserta didiknya. Penguasaan guru terhadap karakteristik siswa dapat membantu dalam membuat perencanaan pembelajaran, diantaranya dalam hal menentukan metode atau model pembelajaran yang akan digunakan. Seorang guru harus cerdas dan pandai dalam pemilihan metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswanya, agar dalam keberagaman karakteristik, siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu pengenalan terhadap karakteristik siswa harus dilakukan terlebih lagi agar guru dapat lebih dekat peserta didiknya.

Istilah karakter dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Karakteristik seseorang merupakan sifat yang membedakan seseorang dengan yang lain berupa pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah anak, dan jumlah keluarga dalam rumah tangga yang mempengaruhi perilaku seseorang. Karakteristik atau ciri-ciri individu digolongkan ke dalam tiga kelompok yaitu: 1) Ciri-ciri demografi, seperti jenis kelamin dan umur. 2) Struktur sosial, seperti tingkat pendidikan, status pekerjaan, kesukaan atau ras, dan sebagainya. 3) Manfaat-manfaat kesehatan seperti keyakinan bahwa pelayanankesehatan dapat menolong proses penyembuhan penyakit. (Notoatmodjo, 2012).

Adapun yang dimaksud dengan peserta didik merupakan salah satu dari komponen pendidikan yang tidak bisa ditinggalkan, karena tanpa adanya peserta didik tidak akan mungkin proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar. peserta didik merupakan komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar. Didalam proses belajar mengajar, peserta didik sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara baik dan optimal. Menurut Undang-undang  No.20 Tahun 2003 peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Menurut Sudarwan Danim (2010:1) "Peserta didik merupakan sumber utama dan terpenting dalam proses pendidikan formal". Peserta didik bisa belajar tanpa guru. Sevaliknya, guru tidak bisa mengajar tanpa adanya peserta didik. Oleh karena itu, kehadiran peserta didik atau siswa menjadi keniscayaan dalam proses pendidikan formal dan pendidikan yang dilembagakan dan menuntut interaksi antara pendidik dan peserta didik.

Dalam buku yang berjudul “Memahami Karakteristik Anak Didik” karya Dr. Meriyati, M.Pd., terdapat tiga bab pembahasan, namun yang saya baca hanya pada bagian bab 1 nya, dimana poin awal yang dibahas disitu adalah tentang Memahami Latar Belakang Karakteristik Anak Awal. Yang saya dapat pahami dari pembahasan judul tersebut bahwa guru perlu memahami karakteristik awal anak didik sehingga ia dapat dengan mudah untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran termasuk juga pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran, Kemampuan yang dimiliki mereka sehingga komponen pengajaran dapat sesuai dengan karakteristik dari siswa yang akhirnya pembelajaran tersebut dapat lebih bermakna. Berdasarkan pada kemampuan ini dapat ditentukan dari mana pengajaran harus dimulai dan di batas mana pengajaran tersebut dapat di akhiri. Jadi, pengajaran berlangsung dari kemampuan awal sampai ke kemampuan akhir (tujuan akhir) itulah yang menjadi tanggung jawab pengajar.

Dalam judul ini juga mengatakan bahwa Guru harus mengenal karakteristik peserta didik, karena dengan mengenal karakteristik peserta didik membantu guru dalam mengantarkan mereka untuk mengejar cita-cita yang diinginkan. Selanjutnya guru harus mampu memahami karakter peserta didik. Memahami karakter peserta didik butuh kesungguhan dan keterlibatan hati dan pikiran guru sehingga dia dapat memahami karakternya dengan baik dan benar. Tujuan yang diinginkan dari memahami karakteristik awal siswa adalah untuk mengkondisikan apa yang harus diajarkan, bagaimana mengkondisikan siswa belajar sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.

Karakteristik siswa merupakan salah satu variabel dari kondisi pengajaran. Variabel ini didefinisikan sebagai aspek-aspek atau kualitas individu siswa. Aspek-aspek berkaitan dapat berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang telah dimilikinya. Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Karena itu, upaya memahami perkembangan peserta didik harus dikaitkan atau disesuaikan dengan karakteristik siswa itu sendiri. Guru bukan hanya memahami karakteristik anak secara individu, ia perlu memahami karakteristik anak secara klompok.

Pada judul ini juga memberikan pemahaman bahwa ada empat pokok hal dominan dari karakteristik siswa yang harus dipahami oleh seorang guru, diantaranya : Kemampuan dasar seperti kemampuan kognitif atau intelektual, latar belakang kultural lokal, status sosial, status ekonomi, agama dll. Serta perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat dan cita-cita, pandangan ke depan, keyakinan diri, daya tahan, dll yang ada pada diri siswa tersebut.

Selanjutnya penulis menjelaskan tentang mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik mempunyai beberapa tujuan diantaranya dapat memperoleh informasi yang lengkap dan akurat berkenaan dengan kemampuan serta karakteristik awal siswa sebelum mengikuti program pembelajaran tertentu, menyeleksi tuntutan, bakat, minat, kemampuan, serta kecenderungan peserta didik berkaitan dengan pemilihan program-program pembelajaran tertentu yang akan diikuti mereka, dan menentukan desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang perlu dikembangkan sesuai dengan kemampuan awal peserta didik.

Kemudian sang penulis juga menerangkan seorang guru jika ingin mengetahui karakteristik kemampuan awal dari peserta didik, dapat dilakukan dengan pemberian tes atau yang biasa kita dengar dengan pre-test. Tes yang diberikan dapat berkaitan dengan materi ajar sesuai dengan panduan kurikulum. Selain itu pendidik dapat melakukan wawancara, observasi dan memberikan kuesioner kepada peserta didik, guru yang mengetahui kemampuan peserta didik atau calon peserta didik, serta guru yang biasa mengampu pelajaran tersebut. Teknik untuk mengidentifikasi karakteristik siswa adalah dengan menggunakan kuesioner, interview, observasi dan tes Latar belakang siswa.

Dan yang terakhir dalam pembahasan ini penulis mengakatan bahwa seorang guru perlu mempertimbangkan dalam mempersiapkan materi yang akan disajikan, di antaranya yaitu faktor akademis dan faktor social, adapun faktor yang dimaksud adalah :

a. Faktor akademis ; factor akademis yang akan dikaji meliputi jumlah siswa yang dihadapi di dalam kelas, rasio guru dan siswa menentukan kesuksesan belajar, indeks prestasi, tingkat inteligensi siswa juga tidak kalah penting.

b. Faktor social ; faktor kematangan dan ekonomi siswa sangat berpengaruh pada factor sosial siswa. Aspek-aspek yang diungkap dalam kegiatan ini bisa berupa bakat, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, minat dll. Faktor sosial ini dalam hubungannya dengan masyarakat serta berbagai kegiatan lainnya yang mempengaruhi cara bersosialisasi dengan orang lain.

Selanjutnya masih ada dua point dalam bab 1 ini yaitu pembahasan tentang permasalahan yang berkaitan dengan karakteristik anak didik dan tujuan pengkajian permasalahan.

        Baiklah dalam judul point kedua yaitu Permasalahan Yang Berkaitan Dengan Karakteristik Anak Didik. Disini penulis menjelaskan mengenai cara mengkaji berbagai karakteristik siswa dengan berbagai permasalahannya, dengan melakukan perumusan masalah yang diidentifikasikan sebagai berikut :

1) Bagaimana jika guru tidak memahami karakteristik anak didik ?

2) upaya apa yang dilakukan oleh guru agar dapat memahami karakteristik anak didik ?

Dan pada point ketiga pada bab 1 ini, sang penulis menerangkan mengenai Tujuan Pengkajian Permasalahan. Dimana berbagai tujuan yang akan dikaji dalam permasalahan ini diantaranya:

1) Untuk mengetahuil apa saja yang harus dipahami guru dalam memahami karakteristik peserta didik.

2) Untuk mengetahui karakteristik peserta didik sebagai perubahan hasil belajar.

3) Untuk memberikan gambaran tentang upaya meningkatkan penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik.

Baiklah mungkin hanya itu laporan hasil bacaan saya di minggu pertama ini. Lebih kurangnya mohon maaf J Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

 

Referensi :

Meriyati, 2015. Memahami Karakteristik Anak Didik. Lampung : Fakta Press lAIN Raden lntan Lampung.

1.     BUKU_KARAKTERISTIK_Meriyati_Fix_Baru.pdf

2.   https://www.silabus.web.id/pengertian-peserta-didik/


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar