Nama : Nurul Aulia
NIM : 11901183
Kelas : PAI 4/E
Mata Kuliah : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd
LAPORAN HASIL BACAAN (Minggu ke-3)
MANAJEMEN SEKOLAH
Secara Ontologis
manajemen sekolah dan manajemen pendidikan mempunyai pengertian yang sama.
Masing-masing memiliki persamaan yang sulit untuk dibedakan. Secara khususu ruang
lingkup manajemen pendidikan juga merupkan ruang lingkup bidang garapan
manajemen sekolah. Demikian pula proses kerjanya melalui fungsi yang sama pula.
Organisasi sekolah
berjalan karena adanya konsep manajemen yang terstruktur. Manajemen dalam organisasi
sekolah sering disebut dengan manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan
diartikan pula Administrasi pendidikan. Administrasi pendidikan ialah segenap
proses penyerahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personal, spiritual,
maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan
(Purwanto,2008).
Musfiqon (2015:41)
menyampaikan bahwa Pendekatan pembelajaran secara baik perlu dikembangkan dalam
dunia pendidikan. Sebagimana dalam UU No 20 Tahun 2003 menerangkan “Pendidikan
nasional adalah pendidikan yang didasarkan pada Pancasila UUD 45 yang berakar
dari nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan
zaman. Nurdyansyah (2016:929)
Nurdyansyah (2015: 2)
“Proses pembelajaran melibatkan berbagai pihak, tidak hanya melibatkan pendidik
dan siswa. Namun, peran dari bahan ajar juga sangat dibutuhkan dalam proses
pembelajaran”.
Sebagaimana yang
dijelaskan oleh James Jr. (2007;14) yang memaparkan bahwa manajemen sekolah
adalah proses pemberdayaan Sumber Daya Manusia bagi penyelenggara sekolah
secara efektif.
Sejalan dengan James, Ali
Imron Sauki (2014:104) secara rijit berpendapat bahwa manajemen pendidikan
adalah proses penataan kelembagaan pendidikan, dengan melibatkan sumber
potensial baik yang bersifat manusia maupun yang bersifat non manusia guna
mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Tujuan pendidikan yang
efektif dan efisien adalah tujuan yang bersifat jelas, mengunakan bahasa-bahasa
operasional agar mudah dipahami, penyusunan program harus menyeluruh dan saling
bersinergi dengan program yang lain sehingga saling memberi manfaat yang
positif.
Manajemen akan dikatakan
bagus apabila manajemen tersebut sejalan dengan konsep dan program yang telah direncanakKitan
mencapai keberhasilan lebih dari 95%. Oleh sebab itu para pimpinan sekolah yang
menjabat sebagai manajer di lingkungan maupun unit masing-masing perlu
mengusahakan manajemen dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah
disepakati bersama. Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen atau pengelolaan
merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan
secara keseluruhan.
Manajemen Sekolah bermutu
merupakan salah satu model pengelolaan yang memberikan otonomi kepada madrasah
atau kepala sekolah untuk pengambilan Pengambilan Kebijakan partisipatif secara
langsung sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah
pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota.
Pengertian Manajemen
Sekolah bermutu terjemahan dari “school-based management”. Manajemen Sekolah
Bermutu merupakan paradigma baru pendidikan, yang memberikan otonomi luas pada
tingkat sekolah (pelibatan masyarakat) dalam kerangka kebijakan pendidikan
nasional. Menurut Edmond yang dikutip Suryosubroto menjelaskan bahwa Manajemen
Sekolah Bermutu merupakan alternatif baru dalam pengelolaan pendidikan saat ini
yang lebih menekankan kepada kretifitas dan kemandirian sekolah. Nurcholis
mengatakan Manajemen Sekolah bermutu adalah bentuk alternatif sekolah sebagai
hasil dari desentralisasi pendidikan.
Secara umum, manajemen
peningkatan mutu berbasis sekolah dapat diartikan sebagai model manajemen yang
memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan
Pengambilan Kebijakan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga
sekolah (Pendidik, Peserta didik, kepala sekolah, karyawan, orang tua Peserta
didik, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan
pendidikan nasional. Lebih lanjut istilah manajemen sekolah seringkali
disejajarkan dengan administrasi sekolah. Berkaitan dengan itu, terdapat tiga
pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa; pertama, mengartikan administrasi
lebih luas dari pada manajemen (manajemen merupakan inti dari administrasi);
kedua, melihat manajemen lebih luas dari pada administrasi (administrasi merupakan
inti dari manajemen); dan ketiga yang menganggap bahwa manajemen identik dengan
administrasi. Dalam perbedaan pendapat penulis harus mensikapi dengan bijak dan
mengambil pendapat yang penulis anggap benar dan penulis gunakan sebagai
referensi dalam menentukan pemahaman penulis.
Konsep Manajemen Sekolah
bermutu
Pada konsep Manajemen
Sekolah bermutu, manajemen hubungan sekolah dengan orang tua wali murid
diharapkan berjalan dengan selaras dan beriringan. Hubungan yang harmonis
membuat masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memajukan sekolah. Penciptaan
hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat dan
stakeholder. Gambaran yang jelas dapat diinformasikan kepada masyarakat umum
melalui laporan kepada orang tua wali murid, kunjungan ke sekolah, kunjungan ke
rumah murid, penjelasan dari staf sekolah, dan laporan tahunan sekolah.
Melalui hubungan yang
harmonis diharapkan tercapai tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu
proses pendidikan terlaksana secara produktif, efektif, dan efisien sehingga
menghasilkan lulusan yang produktif dan berkulitas. Lulusan yang berkualitas
akan terlihat dari penguasaan/kompetensi murid tentang ilmu pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang dapat dijadikan bekal ketika terjun di tengah-tengah
masyarakat.
Berdasarkan fungsi
pokoknya, istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama, yaitu
:
1.
merencanakan(planning),
2. mengorganisasikan
(organizin),
3. mengarahkan
(directing),
4. mengkoordinasikan
(coordinating),
5. mengawasi
(controlling),
6. dan mengevaluasi
(evaluation).
Adapun Tujuan Manajemen Sekolah Bermutu
secara umum, sebagaimana berikut :
a.
Mutu pendidikan yang berkualitas yaitu melalui kemandirian sekolah dan
inisiatif sekolah dalam megelola dan memberdayakan sumber daya yang ada,
b.
Sinergitas warga sekolah dan masyarakat yang baik dalam penyelenggaraan
pendidikan melalui pengambilan Kebijakan bersama,
c.
Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah
tentang mutu sekolahnya,
d.
kompetisi mutu anatr sekolah yang sehat untuk barometer mutu pendidikan yang
sesuai dengan perkembangan saat ini.
Selain itu, Manajemen Sekolah Bermutu akan
memberikan beberapa manfaat diantaranya:
a.
sekolah dapat menyesuaikan dan meningkatkan kesejahteraan Pendidik dan tenaga
pengajar sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya sebagai pendidik,
b.
Memiliki keleluasaan untuk pengelolaan sumberdaya dan penyertaan masyarakat
dalam berpartisipasi di sekolah, serta mendorong profesionalisme sivitas akademika
yang ada disekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah,
c.
Pendidik didorong untuk berinovasi,
d.
Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan
pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.
Prinsip Manajemen Sekolah
Dalam mengembangkan
sekolah perlu adanya Teori dan konsep yang matang dan terencana untuk digunakan
dalam mengelola sekolah. Pengembangan tersebut didasarkan pada empat prinsip,
yaitu:
1.
Equifinality
Prinsip ini berdasarkan teori modern yang berasumsi
bahwa terdapat beberapa metode yang berbeda dalam pencapaian tujuan. Manajemen
sekolah bermutu lebis menekankan fleksibilitas. Untuk itu sekolah wajib mandiri
dan mengelola seluruh aktifitasnya bersama warga sekolah menurut kondisi mereka
masing-masing.
2.
Decentralization
Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam
reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan
prinsip ekuifinaltias. Prinsip desentralisasi dilKitasi oleh teori dasar bahwa
pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielekakan dari
kesultian dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks
sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya.
3.
Self-Management System
Manajemen sekolah bermutu perlu mencapai tujuan-tujuan
berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, tetapi terdapat berbagai
metode-metode yang berbeda dalam mencapainya. Manajemen sekolah yang bermutu
harus menyadari bahwa pentingnya mempersilahkan sekolah menjadi sistem
pengelolaan secara mandiri di bawah kebijakannya sendiri. Sekolah memiliki
otonomi tertentu untuk mengembangkan tujuan pengajaran strategi manajemen,
distribusi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, memecahkan masalah, dan
mencapai tujuan berdasarkan kondisi mereka masing-masing sesuai dengan SDM dan
kemampuannya. Karena sekolah dikelola secara mandiri maka sekolah lebih
memiliki inisiatif dan tanggung jawab sendiri.
4. Human
Initiative
Perspektif sumber daya manusia menekankan
bahwa orang adalah sumber daya berharga di dalam organisasi sehingga poin utama
manajeman adalah mengembangkan sumber daya manusia di adalam sekolah untuk
berinisitatif. Berdasarkan perspektif ini maka Manajemen Sekolah bertujuan
untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja
dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas
pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya.
Ruang Kajian Manajemen Sekolah
Untuk mengetahui ruang lingkup Manajemen
Sekolah dalam pendidikan, penulis harus melihat dari 4 sudut pandang, yaitu;
dari sudut obyek garapan, fungsi atau urutan kegiatan, wilayah kerja, dan
pelaksana.
1. Berdasarkan
Obyek Garapan
Ruang Lingkup Menurut Objek Garapan adalah
Seluruh aktifitas manajemen sekolah secara langsung maupun tidak langsung
terlibat dalam kegiatan mendidik di sekolah, yaitu:
a. Manajemen
Peserta Didik
Kegiatan yang direncanakKitan diusahakan
secara sengaja oleh sekolah untuk pembinaan secara kontinu terhadap seluruh
peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) secara efektif
dan efisien, demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Secara
kronologis operasional, rentangan kegiatannya mulai dari penerimaan peserta
didik baru sampai mereka lulus sekolah.
b. Manajemen
personil sekolah
Proses kegiatan yang direncanakKitan
diusahakaan secara sengaja untuk pembinaan secara kontinu para pegawai di
sekolah, sehinggga mereka dapat memabantu/menunjang kegiatan sekolah secara
efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Para personel harus dikelola dengan baik agar mereka senantiasa aktif dan
bergairaah dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.
c. Manajemen
Kurikulum
Secara operasional kegiatan manajemen
kurikulum meiputi 3 pokok kegiatan, yakni kegiatan yang behubungan dengan
Pendidik, peserta didik, dan seluruh civitas Akademika (warga sekolah).
d. Manajemen
sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan
salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang kegiatan belajar
mengajar di sekolah, untuk itu perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan
dan pengelolaannya, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
e. Manajemen
tatalaksana
Manajemen tatalaksana merupakan
serangakian kegiatan mencatat, menyimpan, menggKitakan, menghimpun, mengolah,
dan mengirim benda-benda trertulis serta warkat yang pada hakikatnya menunjang
seluruh garapan manajemen sekolah.
f. Manajemen
pembiayaan/Keuangan
Manajemen ini bertujuan untuk memberikan
pelayanan yang maksimal dalam hal pembiayaan sekolah yang meliputi biasa
internal dan eksternal serta pengelolaan keuangan yang transparan dan
akuntabel.
g. Manajemen
organisasi
Salah satu cara yang efektif yang dapat
dilakukan oleh sekolah dalam rangka pengembangan organisasi sekolah yaitu
dengan adanya pembagian kerja dan tata kerja sekolah.
h. Manajemen
humas dan kerjasama.
Manajemen ini bertujuan untuk mendapatkan
simapati dari masyarakat pada umumnya serta publiknya pada khususnya, sehingga
kegiatan operasional sekolah/pendidikan secara efektif dan efisien, demi
membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
2. Berdasarkan Fungsi Manajemen
3. Wilayah
Kerja
4. Berdasarkan
Pelaksana
Pelaksana manajemen di pusat-pusat latihan
mempunyai peranan dan tugas seperti pelaksana di sekolah, seperti Kepala
sekolah, staf tata usaha, Pendidik dan orang-orang yang bekerja di
kantor-kantor pendidikan dan pusat-pusat latihan atau kursus. Pelaksanaan
manajemen di kantor pendidikan biasanya agak berbeda dengan manajemen di
sekolah. Pelaksana manajemen di kantor-kantor pendidikan merupakan pelayanan
tidak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar. Kegiatannya adalah
menPendidiks kurkulum, sarana, personil, Peserta didik, biaya dll kegiatan yang
bersifat memperlancar pekerjaan Pendidik dan Peserta didik yang terlibat
langsung dalam kegiatan mendidik.
Referensi
:
Nurdyansyah
dan Andiek Widodo. MANAJEMEN SEKOLAH
BERBASIS ICT. 2017. Sidoarjo : Nizamia Learning Center.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar