Kamis, 15 Juli 2021

Laporan Hasil Bacaan (5)

 Nama : Nurul Aulia

NIM : 11901183

Kelas : PAI 4/E

Mata Kuliah : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd

LAPORAN HASIL BACAAN  (Minggu ke-5)

Manajemen Kelas

Manajemen kelas berasal dari dua kata yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata dalam bahasa inggris management yang berarti mengelola, menjalankan, atau membina. Dalam hal ini manajemen berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif demi mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan kelas merupakan suatu kesatuan organisasi yang menjadi unit kerja, yang secara dinamis menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, Manajemen kelas merupakan usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengatur proses pembelajaran agar berjalan secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada persiapan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi dan kondisi proses pembelajaran, dan pengaturan waktu, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikulum dapat tercapai.

Mulyasa (dalam Karwati, 2015:6) mendefinisikan manajemen kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, Nawawi (dalam Djamarah, 2006:177) menyatakan bahwa manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap individu untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.

Manajemen kelas adalah kegiatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, serta melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap program dan kegiatan yang ada di kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara sistematis, efektif dan efisien, sehingga segala potensi peserta didik mampu dioptimalkan.

Arikunto (dalam Novan, 2013:11) berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapainya kondisi yang optimal, sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. (Djamarah, 2006:13) juga berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif guna mencapai tujuan pembelajaran.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program pengajaran dengan jalan menciptakan suasana yang menyenangkan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pembelajaran di sekolah.

Adapun mengenai prinsip-prinsip dari manajemen kelas sebagai berikut :
Prinsip adalah dasar, acuan, panduan atau pedoman bagi seseorang untuk melakukan tindakan yang dianggap atau diyakini benar terhadap suatu hal. Dalam perannya sebagai manajer di kelas, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip manajemen kelas agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Prinsip-prinsip manajemen kelas yang dikembangkan oleh Djamarah (dalam Karwati, 2015:26) yaitu

1.     Hangat dan antusias

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa semua peserta didik akan senang mengikuti kegiatan belajar di kelas jika gurunya bersikap hangat dan antusias kepada mereka. Hangat dalam konteks manajemen kelas adalah sikap penuh kegembiraan dan penuh kasih sayang terhadap peserta didik. Sementara antusias dalam konteks manajemen kelas adalah sikap bersemangat dalam kegiatan mengajar. Sikap hangat dan antusias dapat dimunculkan apabila seorang guru mau dan mampu menjalin ikatan emosional dengan peserta didik.

2.     Tantangan

Setiap peserta didik sangat menyukai beberapa tantangan yang menarik rasa ingin tahunya. Berbagai tantangan dapat dilakukan oleh guru melalui penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, maupun bahan-bahan pelajaran yang memang dirancang untuk memberikan tantangan kepada peserta didiknya dapat meningkatkan semangat belajar mereka sehingga mengurangi kemungkinan munculnya perilaku yang menyimpang.

3.     Bervariasi

Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, variasi gaya mengajar guru sangatlah dibutuhkan karena dapat menghindari kejenuhan dan kebosanan. Variasi gaya mengajar seperti variasi intonasi suara, gerak anggota badan, mimik wajah, posisi dalam mengajar di kelas, serta dalam hal penggunaan metode dan media pengajaran juga diperlukan.

4.     Keluwesan

Keluwesan dalam konteks manajemen kelas merupakan keluwesan perilaku guru untuk mengubah metode mengajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi kelas untuk mencegah kemungkinan munculnya gangguan belajar pada peserta didik serta untuk menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif dan efektif.

5.     Penekanan hal yang positif

Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap perilaku peserta didik yang positif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan penguatan positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan belajarmengajar. Selain komentar positif, pandangan guru yang positif juga sangat penting untuk diperhatikan. Banyak peserta didik merasa percaya diri akan performa dan kemampuan mereka dengan komentar positif yang diberikan guru. Pandangan guru yang positif dapat diartikan sebagai sikap memercayai kepada peserta didiknya.

6.     Penanaman kedisiplinan

Tujuan akhir dari manajemen kelas adalah menjadikan peserta didik dapat mengembangkan disiplin pada diri sendiri sehingga tercipta iklim belajar yang kondusif di dalam kelas. Itulah sebabnya guru diharapkan dapat memotivasi peserta didiknya untuk melaksanakan disiplin dan menjadi teladan dalam pengendalian diri serta pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal apabila ingin peserta didiknya ikut berdisipin dalam segala hal.

Kemudian mengenai tujuan dari manajemen kelas :

Secara umum, manajemen kelas bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajarmengajar. Dengan demikian, proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif dan terarah sehingga tujuan pembelajaran. yang telah ditetapkan dapat tercapai. Sementara itu, menurut Salman (dalam Novan Ardi, 2013:20) tujuan dari manajemen kelas secara khusus adalah sebagai berikut.

1.     Memudahkan kegiatan belajar bagi peserta didik.

Kelas sebagai lingkungan belajar harus mampu mendukung peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin. Maka dari itu, guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik agar kegiatan belajar-mengajar berlangsung dengan kondusif.

2.     Mengatasi hambatan-hambatan yang menghalangi terwujudnya interaksi dalam kegiatan belajar-mengajar.

Dengan manajemen kelas yang baik, berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar-mengajar dapat diatasi dengan mudah.

3.     Mengatur berbagai penggunaan fasilitas belajar.

Pada sebuah kelas yang ideal, di dalamnya harus terdapat sarana atau fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran. Itulah sebabnya manajemen kelas diperlukan untuk mengatur penggunaan fasilitas dengan baik sehingga hal tersebut dapat mendukung peserta didik belajar sesuai dengan fasilitas yang ada.

4.     Membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan berbagai latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

Dalam sebuah kelas tentunya terdapat beraneka ragam karakter peserta didik. Keberagaman tersebut tentu dapat menimbulkan berbagai persoalan apabila guru tidak mampu mengelola kelasnya dengan baik. Itulah sebabnya mengapa manajemen kelas dibutuhkan guna membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan berbagai macam latar belakangnya.

5.     Membantu peserta didik belajar dan bekerja sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Dengan manajemen kelas yang baik, peserta didik dapat belajar sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

6.     Menciptakan suasana sosial yang baik di dalam kelas.

Dengan terciptanya suasana sosial yang baik di dalam kelas maka kondisi itu dapat memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, sikap, serta apresiasi yang positif bagi para peserta didik.

7.     Membantu peserta didik agar dapat belajar dengan tertib.

Manajemen kelas ditujukan untuk membantu para peserta didik belajar dengan tertib sehingga tujuan belajar secara efektif dan efisien di dalam kelas dapat tercapai.

Menurut Sudirman (dalam Djamarah, 2000:43) tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas untuk berbagai macam kegaiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar, terciptanya suasana sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Arikunto (dalam Novan, 2004:57) juga berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

Jadi, manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Selanjutnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kelas :
Menurut Djamarah (dalam Donni, 2006:184) keberhasilan manajemen kelas dipengaruhi beberapa faktor antara lain sebagai berikut.

1.     Lingkungan fisik

Lingkungan fisik yang mengutungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:

a.     Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar

Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua peserta didik bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan, dan saling mengganggu pada saat melaksanakan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah peserta didik yang melakukan kegiatan.

b.     Pengaturan tempat duduk

Dalam mengatur tempat duduk yang terpenting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku peserta didik.

c.     Ventilasi dan pengaturan cahaya

Suhu, ventilasi, dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah hal yang penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan peserta didik.

d.     Pengaturan penyimpanan barang-barang

Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai jika segera diperlukan atau dipergunakan untuk kepentingan belajar.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penciptaan lingkungan fisik tempat belajar adalah kebersihan dan kerapian. Seyogyanya guru dan peserta didik turut aktif dalam membuat keputusan mengenai tata ruang, dekorasi danmsebagainya.

2. Kondisi sosio-emosional

a. Tipe kepemimpinan

Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya dengan demokratis, otoriter, atau adaptif. Semuanya memberi dampak kepada peserta didik.

b. Sikap guru

Sikap guru dalam menghadapi peserta didik yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku peserta didik akan dapat diperbaiki. Guru harus adil dalam bertindak, serta menciptakan satu kondisi yang menyebabkan peserta didik sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.

c. Suara guru

Walaupun suara guru bukan faktor yang besar, tetapi turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang tinggi atau terlalu rendah akan membuat peserta didik menjadi bosan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas sehingga akan mendorong peserta didik untuk memperhatikan pelajaran, tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan peserta didik.

d. Pembinaan hubungan baik

Pembinaan hubungan baik antara guru dengan peserta didik dalam manajemen kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik antara guru dengan peserta didik, diharapkan peserta didik senantiasa gembira, semangat, bersikap optimistik dan realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.

3. Kondisi organisasional

Secara umum faktor kondisi organisasional yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.

a. Faktor internal peserta didik

Faktor internal berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian peserta didik dengan ciri khasnya masing-masing menyebabkan peserta didik berbeda dari peserta didik lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.

b. Faktor eksternal peserta didik

Faktor eksternal berkaitan dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan peserta didik, pengelompokkan peserta didik, jumlah peserta didik, dan sebagainya. Semakin banyak jumlah peserta didik di kelas, akan cenderung lebih mudah munculnya konflik yang menyebabkan ketidaknyamanan, begitupun sebaliknya.

 

http://eprints.umm.ac.id/37216/4/jiptummpp-gdl-rizkifebri-53127-3-bab2.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar